Sabtu, 07 Desember 2013

Diskusi : Siapakah Kita Hari Ini? - Inspirasi.co

http://inspirasi.co/forum/post/2089/siapakah_kita_hari_ini

Kamis, 05 Desember 2013

Pangeran Dalam Genggaman Tuhan

Aku punya banyak mimpi, selain Tuhan dan kedua orangtuaku, kamu adalah salah datu sebab mengapa aku terus bermimpi.

dan salah satu mimpi yang ingin ku bangun ialah memilikimu.

karena kamu, aku terus menulis,
karena kamu, aku percaya tak ada mimpi yang terlalu tinggi..

ya, karenamu, pangeran dalam genggaman-Nya

Selasa, 19 November 2013

Inilah Hujan

Ketika sungai, danau, samudera menguap, lalu pergi mengawang tinggi ke langit. Membentuk gumpalan kristal yang mulai mendingin.. itulah awal mula hujan akan lahir kebumi.. Sebelumnya hujan mengalami kondensasi di awan, karena terlalu dingin dalam kesendirian, maka dari itu mereka terjun memeluk bumi. Dengan kata lain hujanpun malas dalam kesendirian. Maka mereka turun beramai-ramai menuju planet bumi. Itulah Hujan, dinanti sang kemarau panjang.

Cerita Hujan

DIBALIK DERAI HUJAN

Banyak kisah terpendam yang muncul kepermukaan saat  harus mengabiskan waktu sendiri menunggu hujan reda. Cuma bisa terpaku di layar laptop sendirian. 

Harusnya bisa pulang lebih awal. Tapi hujan memenjara diri disudut kantin terapik. Hujan, berapa windu yang telah kita lalu bersama hujan yah?

Malam itu hujan juga mengiringi langkah kita ketika kamu dengan sukarela mengantarku pulang. Ada kejadian lucu malam itu, tak ada kendaraan yang kamu bawa, kecuali dirimu sendiri. Aku menghela nafas pendek sambil menyeringai , “anak santri” gumamku sambil tersenyum kecil sendiri.  Mungkin malam itu, kali pertama pula kamu mengantar seorang wanita pulang kerumah.

“rumahku jauh dari sini” ujarku, ketika sampai di persimpangan jalan. “sampai disini aja” kataku kembali menjelaskan, sambil menyetop abang angkot untuk berhenti di tiga persimpangan jalan.

Anak panah hujan kembali berjatuhan, “langsung pulang? Gak makan dulu?” katamu detik itu. “hmm, yaudah makan disitu aja yuk” aku menunjuk salah satu tempat makan yang berbaris rapih di depan persimpangan.
Segelas kopi pesananmu, segelas teh hangat dan semangkuk sop ayam pesananku. Malam minggu pertama dan terakhir sebelum kisah kita benar benar berakhir.

Hampir enam bulan berlalu, namun derai hujan belum mampu membawa bayangmu pergi. Bahkan, kadang bodohnya diri masih memakuku untuk tetap menunggu ketidakpastian. “semester enam” ujarmu suatu hari, “tapi, aku gak bisa janji” katamu lagi. Aku, hanya mengangguk pilu, melukis senyum dipipi. “iya, lagi pula masih banyak yang harus kita capai” jawabku coba menabahkan hati sendiri.

Hujan mereda, tak ada alasan bagiku untuk tetap singgah. Langkah harus berlalu sebab waktu terus memacu. Aku pulang yah, biar ku titip saja rindu pada hujan.

#hujan