Rabu, 31 Desember 2014

sekilas



Sekilas bahagia yang meletup dalam dadamu begitu samar..
Terbesit di benakmu mungkin kita bisa melukis pelangi bersama, mendekorasi ruang masa depan bersama juga, tak ada ragu sedetikpun saat itu.
Ya, saat praduga akan cinta membuatmu tak bisa melihat jernih. Lalu, datang seorang sahabat menepuk pundakmu, melayangkan nasihat yang melenyapkan kabut dimatamu.
Malam serasa makin dingin

Senin, 20 Oktober 2014

HUJAN : DEAR GOD


Dear God
Untuk setiap jalan yang pernah kita tapaki bersama ..
Untuk tiap getar yang sempat tak tertawan..
Untuk tiap senyum yang dulu sempat terbalas..
Untuk tawa yang sempat terbagi bersama..
Untuk semua mimpi yang pernah tersusun..
Untuk dulu, dulu, dulu, dan dulu yang pada akhirnya terpaksa harus di kubur dalam-dalam..

Demi sebuah keyakinan bahwa..
Tulang rusuk tak akan tertukar..
Demi sebuah kecintaan pada Rabb-Nya..
Untuk meninggalkan segala yang Ia benci termasuk berlebihan dalam mengutarakan rasa ini sebelum waktunya..
Demi sebuah masa depan yang kita yakini bahagia bersama atau sama-sama bahagia
Demi sebuah nama yang kita pinta agar Allah jaga engkau untuk aku dan aku untuk engkau
Demi mendekatkan hati pada-Nya, maka kita saling melepas dan menyerahkan hati masing-masing pada Sang Pemilik Terbaik..
Demi kesucian yang kita jaga masing-masing untuk seseorang yang Allah siapkan untuk kita. entah itu aku, kau atau dia..

Bahwa pada akhirnya kita memilih untuk menjadi aku dan kamu saja, bukan kita..
Bahwa pada detik ini aku atau kamu memilih dian-diam merindu..
Bahwa pada detik yang sama pula aku menggamit sepi yang panjang..

Semoga semua bahagia pada waktunya

syafa, 10 menit disela statistik 2 :)

Hujan : Benarkah Ada Butir Yang Tak Jatuh ke Bumi?

Hujan : Diantara milyaran butir yang menyerbu bumi, ada yang tak sampai memeluk bumi. Ia adalah bongkahan es kecil yang menyerah pada hangatnya pelukan atmosfer. Sama halnya seperti magma dalam perut bumi. Magma yang tak sempat menjadi lava karena memilih untuk tetap didalam dan meletup letup sendirian. Rengekan magma yang meletuk-letuk namun selalu saja  terabaikan. "belum saatnya" sadarnya. ia sadar bahwa Tuhan tahu waktu yang tepat untuknya, tepat untuk dirinya mengeluarkan magma itu sehingga bisa menjadi lava yang mengucap rindu pada alam bumi. yaa.. Dia tahu waktu yang tepat.